Kolono, 17 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi membuka kegiatan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47. Acara yang berlangsung di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini diikuti oleh 86 peserta yang terdiri dari 60 orang laki-laki dan 26 orang perempuan, serta didukung oleh 52 orang panitia.

Kegiatan yang mengusung tema pembinaan generasi muda ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, H. Saribana, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Permata CAI 2026. Menurutnya, kegiatan ini secara nyata telah membantu sebagian tugas Kesbangpol dalam hal pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami dari Kesbangpol mengapresiasi kegiatan ini. Secara tegas saya sampaikan, satu-satunya organisasi yang setiap bulan kami nasehati untuk patuh dan taat pada pemerintah yang sah adalah LDII. Saya lihat kegiatan ini sungguh-sungguh membantu tugas kami,” tegas H. Saribana di hadapan para peserta dan panitia.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Sultra, Drs. La Ode Mane Mbeu, M.Pd, dalam arahannya memaparkan secara mendalam mengenai esensi dan konten dari kegiatan Permata CAI. Beliau menjelaskan bahwa secara kontekstual, CAI merupakan manifestasi proses edukasi kepada generasi muda agar senantiasa mencintai alam lingkungan dan alam sekitar di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun.
“Dari sisi konten atau tekstual, CAI adalah upaya berkelanjutan dari LDII untuk mempersiapkan anak bangsa, khususnya generasi muda, menjadi investasi strategis masa depan menuju penyiapan dan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa yang unggul,” ujar La Ode Mane Mbeu.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa esensi materi dalam Permata CAI mencakup tiga pilar utama, yaitu Wawasan Kebangsaan, Karakter Luhur berdasarkan Pancasila, dan Kewirausahaan. Ketiga materi esensial ini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk bertahan di masa depan.
“Manifestasi dari tiga materi esensial ini, insya Allah, kelak akan terwujud SDM yang profesional, religius, mencintai negara dan bangsanya, serta berusaha untuk tidak bergantung pada pihak manapun selain pada dirinya sendiri, tanpa mengesampingkan kesalehan sosial dan keharmonisan sosial,” pungkasnya.
Kegiatan Permata CAI ke-47 ini diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang siap berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(Kus)
DPW LDII Sultra Website Resmi DPW LDII Sultra