Bantu Pemerintah, LDII-Polda Sultra Gelar Vaksinasi Massal

LDIISULTRA.Com. Pondok pesantren menjadi lokasi vaksinasi massal 622 orang santri dan warga masyarakat yang diadakan Polda Sultra bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tenggara. Pemerintah menargetkan 70 persen herd imunity, terutama para pelajar dan santri agar kegiatan tatap muka bisa berjalan.

Dalam vaksinasi massal itu, hadir Ketua DPW LDII Sultra, Kasubud, Polda Sultra serta personil tim vaksinasi Polda. “Meski sudah divaksin, kami berharap warga tetap jaga protokol Kesehatan. Jangan lengah dan terapkan 3M: pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sehingga kita bisa menjaga diri dari penularan Covid-19 bersama-sama,” Ketua DPW LDII Sultra L.Kadir, Senin (30/8).

Ketua Panitia Vaksinasi LDII Sultra, Jumaidi, ST, M.Si menjelaskan, sejak bulan Maret 2021 lalu, DPP LDII sudah mendapatkan amanat dari Presiden saat beraudiensi di Istana Bogor. Presiden meminta LDII untuk membantu percepatan kegiatan vaksinasi di daerah-daerah.

“DPP LDII memberikan instruksi ke pengurus DPW dan DPD untuk berkoordinasi dengan Dinkes, Kodam, dan Polda untuk melakukan vaksinisasi di wilayah masing-masing. Secara simbolis pada 14 Juni kami sudah mulai melakukan vaksinasi, dengan kisaran peserta vaksin 1.000 peserta per hari,” ujarnya.

L.Kadir mengucapkan terimakasih kepada Polda dan Dinkes Sultra yang telah membantu vaksinasi di Ponpes Al-Mukhlis, Pondok Al-Mansurin, dan SMK serta Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) binaan LDII.

“Harapannya, kita warga LDII bisa tervaksin dan ikut menjadi pahlawan kemanusiaan, ikut memutus mata rantai Covid -19, dan berharap bangsa kita menjadi sehat dan menjadi bangsa yang maju,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah tempat pelaksanaan vaksinasi massal, Ketua Ponpes Al-Mukhlis mengatakan sejak pandemi melanda, pihaknya telah berupaya menerapkan protokol kesehatan.

Harapannya setelah vaksinasi, kegiatan belajar mengajar di Ponpes Al-Muklis, Pondok Al-Mansurin, dan SMK serta Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) bisa berjalan dengan kondusif dengan protokol kesehatan. (HM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.