Maksimalkan Pengembangan Diri, LDII Surabaya Utara Gelar FAS

Pengembangan Kemampuan Diri di Masa Pandemi Tetap memaksimalkan pengembangan kemampuan diri melalui Festival Anak Sholeh (FAS) Terbatas di masa pandemi, yang diadakan oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) Surabaya Utara dengan tema “Kontribusi LDII untuk Negeri” konsep acara tersebut dibagi menjadi 3 tahapan, yakni Babak Seleksi yang diadakan di masing-masing PC LDII Surabaya Utara, Babak Semifinal dan Babak Final.

Adapun babak seleksi dilaksanakan pada Minggu (19/9) yang diadakan secara serentak di beberapa PC LDII Surabaya Utara, salah satunya adalah PC Semampir.

Di PC Semampir acara tersebut diadakan dan bertempat di Masjid At-Taqwa Wonokusumo dan diikuti oleh 57 peserta. “Walaupun acara ini dilaksanakan di Era pandemi Alhamdulillah dari peserta dan penonton juga masih antusias mengikuti program kreativitas yang dilakukan oleh panitia,” ujar Fauzan Selaku Ketua Panitia.

Dalam acara FAS tersebut terdapat 11 Lomba dan 3 Tingkatan, yakni Lomba Tahfidzul Al-Qur’an tingkat PAUD, Caberawit dan Remaja, Lomba Tartil tingkat Caberawit dan Pra-Remaja, Lomba Nasehat tingkat Pra-Remaja, Lomba Pildacil tingkat Caberawit A (Kelas 1 SD sampai kelas 3 SD), Lomba Pildacil tingkat Caberawit B (Kelas 4 SD sampai kelas 6 SD), Lomba Menyampaikan Makna Al-Qura’an tingkat Pra-Remaja hingga Lomba Adzan tingkat Caberawit sampai Pra-Remaja. Melalui acara tersebut.

Ketua Panitia Festival Anak Sholeh (FAS) Achmad Fauzan berharap FAS bisa menjadi wadah dalam melatih mental anak dan pengembangan bakat yang di miliki anak, juga dapat menjadi ajang kemampuan bakat anak sudah sejauh mana kepahamanannya akan materi keislaman melalui beberapa lomba yang menarik dan edukatif.

“Kami telah menekankan kepada seluruh peserta, Panitia dan penonton untuk mematuhi protokol kesehatan, kita juga membatasi jumlah bersangkutan agar tidak berkerumun,” tuturnya.

Ia mengaku bangga sekaligus memberikan apresiasi dan kerja keras panitia. Hingga mampu menggelar kembali Festival Anak Sholih tingkat Desa ditengah wabah ini.

“Saya juga sangat apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada panitia, pengurus yang ikut andil mempersiapkan, kompak dan berkoordinasi dengan baik. Semoga dengan ini bisa benar benar bermanfaat untuk adik adik kita,dan dapat memberikan sumbangsih dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa berbekal kepahaman agama yang kuat dan paham” sambungnya Tak lupa ia juga berpesan pada seluruh adik adik yang ikut lomba agar terus berkembang dan lebih berkarya.

“Bagi semua adik adik supaya tetap semangat dalam menggali potensi nya dan selalu belajar memahamkan dirinya untuk memperdalam ilmu yang sudah diajarkan oleh guru gurunya. Bagi yang menang jangan terlalu merasa puas. Tetap rendah hati dan ditingkatkan lagi belajarnya guna menjadi generasi yang paham agama. Berakhlakul Karimah dan cerdas religius,” ujar Farid Dina, selaku Juri Lomba Tahfidz Al-Quran.

Ia menjelaskan, kegiatan Festival Anak Sholeh dari tahun ke tahun cukup meriah, inovasi dan sangat bermanfaat bagi generasi kita. “Untuk mengetahui potensi yang selama ini mereka miliki. Walaupun agak berbeda karena masa pandemi. Namun ini juga tidak kalah menarik dari tahun tahun sebelumnya,” ujar Farid.

Iamengaku bangga dengan anak anak LDII yang sangat percaya diri dan mampu menunjukkan bakatnya di tempat umum dengan baik. “Saya sangat kagum dan terpesona melihat bakat anak LDII ini. Mereka mampu dan cerdas. Namun ada beberapa mungkin yang kurang percaya diri,” sambungnya. 

Oleh: Yessy Sy (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.