Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi, DPD LDII Palembang Gelar Konsolidasi Organisasi

Palembang (12/11). DPD LDII Kota Palembang menggelar konsolidasi organisasi, pada Minggu (7/11), bertempat di Masjid Al Fatah, Taman Kenten, Palembang. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para pengurus LDII mulai pengurus PC/PAC hingga DPD se-Kota Palembang.

Pengajian perdana yang diadakan oleh DPD LDII Palembang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi terhadap pemangku kepentingan, selain membangun kerjasama yang baik dengan organisasi keagamaan lainnya, LDII juga berupaya menyatukan ke dalam organisasi LDII itu sendiri.

Ketua DPD LDII Palembang, Andy Daud Padamulya mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi permintaan dari pengurus LDII di berbagai tingkatan. “Kita (LDII) kerjasama dengan organisasi luar sudah begitu dekat, seperti saudara, maka dari itu ada usulan dari rekan pengurus, supaya komunikasi ke dalam juga bagus,” ujarnya.

Adapun materi yang disampaikan membahas mengenai imam salat Jumat dan paham radikalisme. Materi pertama mengenai imam salat Jumat disampaikan oleh H. Rahmatullah selaku Wakil Ketua DPD LDII Palembang sekaligus Wakil Ketua DPW Sumsel. Rahmatullah menyampaikan, harus berani menunjukkan identitas sebagai warga LDII di muka umum. “Kita harus berani menunjukkan bahwa kita adalah LDII, termasuk adanya perbedaan salat Jumat antara warga LDII dengan Ormas di luar LDII, yang mana LDII komitmen dengan Mazhab Imam Maliki dengan praktek khotbah menggunakan Bahasa Arab,” Kata Rahmatullah.

Rahmatullah berharap, dengan diadakan kegiatan ini, pengurus LDII menjadi superior dan berani menunjukkan identitasnya sebagai warga LDII. “Harapannya dari pembekalan ini agar kepengurusan LDII bisa superior, tidak imperior, dikatakan imperior karena masih adanya pengurus yang takut mengaku sebagai LDII,” tutupnya.

Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian materi paham radikalisme yang disampaikan oleh Ketua DPW Sumsel, Ramang Padamulya. Ia menjelaskan bahwa LDII bukanlah suatu bentuk radikalisme. “Kita (LDII) tidak termasuk radikalisme, DPP LDII setiap bulannya selalu memberikan instruksi pada warga LDII supaya tunduk dan patuh pada pemerintah yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Ramang Padamulya saat menyampaikan materi.

Kita cegah radikalisme, lanjutnya, dengan mensosialisasikan ajaran agama yang santun, saling menghargai dan menghormati, serta menjalin hubungan koordinatif dengan lembaga keagaaman lainnya.

Salah satu peserta, Abdurrahman Aziz yang sekaligus merupakan Bendahara DPD LDII Palembang menanggapi dengan baik kegiatan yang dilaksanakan hari ini. “Alhamdulillah dengan kegiatan hari ini, kita (pengurus LDII) mendapat pemahaman dari materi yang disampaikan, salah satunya materi mengenai imam salat,” ungkapnya.

 

Oleh: aisyahausama354 (contributor) / Faqihu Sholih (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.