Ketua Umum LDII, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, LDII Berkontribusi Bangun Bangsa

Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc.
Ketua Umum LDII Republik Indonesia

LDIISULTRA.COM-Konsolidasi adalah sesuatu proses rutin yang harus dilakukan oleh organisasi setiap 5 (lima) tahun sekali, yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja organisasi pada semua aspek dan juga merupakan upaya organisasi untuk merespon perubahan kondisi lingkungan strategis yang terjadi, terlebih dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia pada saat ini.

Untuk itu, maka pada kesempatan ini saya ingin meyakinkan saudara-saudara bahwa meskipun kehadiran sebagian besar saudara-saudara dalam Musyawarah Wilayah VI ini adalah secara virtual, tetapi kehadiran tersebut bermakna strategis karena akan menentukan kader-kader terbaik mana yang akan terpilih untuk duduk dalam jajaran pimpinan LDII Sulawesi Tenggara ke depan dan menentukan langkah langkah strategis LDII ke depan sebagai kontribusi berkelanjutan LDII untuk bangsa, menuju Indonesia Emas, menuju Indonesia bangkit dan maju.

Maka pada forum ini Saudara-Saudara akan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan strategis organisasi. Dalam Musyawarah Wilayah VI ini, saudara-saudara akan berproses, mengajukan aspirasi warga LDII dari daerah Saudara-Saudara, khususnya yang terkait dengan penetapan calon-calon pimpinan, membahas aspirasi-aspirasi tersebut, lalu memutuskannya secara demokratis.

Untuk itu, saya berdoa semoga Alloh Subhanahu Wataa’la tetap mencurahkan rahmat, ilham-ilham yang baik, dan kesehatan kepada Saudara-Saudara dalam mengikuti Musyawarah Wilayah VI LDII ini, sehingga Muswil VI LDII ini nantinya akan menghasilkan jajaran pimpinan LDII dan keputusan-keputusan strategis yang efektif, yang mampu membawa organisasi ini berkontribusi maksimal untuk Provinsi Sulawesi Tenggara yang Maju, dan Sejahtera. Amiin yang Robbal Alamin.

Kebutuhan LDII akan jajaran pimpinan organisasi yang memiliki kapabilitas tinggi sangatlah penting dan urgen, khususnya di era pandemi Covid-19 ini. Hal ini disampaikan oleh Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI, yang mengingatkan kita sebagai anak bangsa, bahwa Pandemi Covid-19 telah membawa permasalahan di bidang kesehatan di tingkat global. Pada bidang ekonomi, Pandemi Covid-19 juga menimbulkan persoalan yang parah, dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat bahkan menurun, terkoreksi sangat dalam bahkan berpotensi hingga minus lima (-5), yang apabila dibiarkan permasalahan ini dapat berubah secara cepat menjadi krisis, melahirkan persoalan multi-dimensi seperti pengangguran, kemiskinan, gangguan ketertiban dan keamanan, kekurangan pangan, bahkan kelaparan.

Tantangan yang dihadapi oleh negara seperti diuraikan di atas, tentu juga merupakan tantangan LDII, karena LDII adalah bagian integral dari negara ini. Selama ini jajaran pimpinan LDII telah mengupayakan agar organisasi ini berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Indonesia, bukan saja pada klaster atau bidang keagamaan dan dakwah saja yang menjadi ruang lingkupnya (core competence-nya), tetapi juga merambah ke tujuh klaster lainnya yaitu bidang kebangsaan, ekonomi, pendidikan, teknologi digital, kesehatan, energi, dan pangan.

Pertama, Pada bidang keagamaan, LDII terus mengupayakan agar dakwah Islam merupakan hak setiap ummat Islam. Dengan demikian, LDII perlu memberi perhatian kepada kelompok-kelompok masyarakat marjinal yang selama ini kurang diperhatikan, seperti masyarakat di daerah terpencil dan perbatasan, penderita tuna rungu dan disabilitas lainnya, penderita kusta, dan narapidana.

Kedua, Pada bidang kebangsaan, LDII akan terus mengupayakan bahwa Bahasa Indonesia merupakan aset pemersatu bangsa. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia perlu terus dibina dan dikembangkan.

Ketiga, Pada bidang pendidikan, LDII akan terus membantu pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang fokus pada pendidikan karakter “Profesional Religius”, yang mengkombinasikan moral character dan performance character yang bersumber dari ajaran agama Islam dan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Pada tanggal 24 November yang lalu, LDII akan telah melaunching platform pendidikan yang diberi nama Pondok Karakter.

Keempat, pada bidang kesehatan, LDII akan terus mendorong program program pemerintah dalam penggunaan obat herbal, berdampingan dengan penggunaan obat konvensional, sehingga obat herbal bukan sebagai komplementary atau pelengkap, melainkan menjadi obat yang memiliki khasiat tersendiri.

Kelima, pada bidang energi baru dan terbarukan, LDII akan terus mendorong agar energi baru dan terbarukan ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan, mengingat potensinya yang sungguh sangat massif di Indonesia, dan hingga saat ini, masih kurang dioptimalkan.

Keenam, pada bidang perekonomian, LDII akan terus mendorong bahwa perekonomian seyogyanya disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan yang dapat diwujudkan melalui pengembangan ekonomi syariah, yang lebih menekankan kerjasama, bukan melulu persaingan bebas dalam mekanisme ekonomi pasar.

Ketujuh, pada bidang penggunaan teknologi digital yang di Indonesia sangat massif dewasa ini, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, maka LDII akan terus mengupayakan agar penggunaan teknologi digital hendaknya lebih diarahkan pada hal-hal yang sifatnya produktif dan positif, bukan hanya pada yang konsumtif. Dengan demikian, sisi negatif dari teknologi digital ini dapat dieliminir.
Kedelapan, pada bidang pangan, LDII mendorong agar Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan. Untuk itu, lahan-lahan tidur yang tidak produktif seperti lahan gambut supaya diinovasi agar dapat menjadi lahan yang produktif, yang pada gilirannya dapat mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.

Kalau pada era normal sebelum pandemi Covid-19 di Indonesia, jajaran pimpinan LDII telah mampu membuat LDII berkontribusi dalam pembangunan delapan klaster, maka di Era Pandemi Covid-19 ini, strategi dalam berkontribusi perlu kita tingkatkan. Di Era Pandemi Covid-19 ini, dibutuhkan cara kerja yang cepat, cerdik, dan tepat untuk mewujudkan Tag Line LDII untuk Bangsa dan telah diterjemahkan oleh LDII Sulawesi Tenggara melalui tema Muswil VI, yaitu “Kontribusi Berkelanjutan LDII untuk Sultra Bermatabat, Aman, Cerdas dan Sehat melalui Peningkatan Kualitas SDM Profesional Religius di Masa Pandemi Covid-19”. Tanpa perubahan cara kerja, kontribusi LDII di Era-Pandemi Covid-19 kemungkinan tidak dapat dilakukan secara maksimal dan efektif.
Untuk itu, diperlukan SDM yang khusus, SDM profesional religius dan langkah-langkah khusus, dimana kita harus menggeser channel cara kerja, dari cara normal menjadi ekstra normal (atau bahkan super ekstra normal), harus bisa melakukan Smart Short Cut, harus berorientasi hasil bukan hanya prosedur, dan harus bisa melakukan lompatan-lompatan dalam kinerja.

Dalam rangka menemukan strategi kerja yang cepat dan tepat inilah, maka Muswil VI ini digelar, untuk memilih jajaran pimpinan yang mampu mengelola perubahan organisasi sehingga LDII dapat menjadi organisasi kemasyarakatan yang lebih agile, lebih lincah, lebih trengginas, lebih cepat dalam mengambil dan mengeksekusi keputusan dan kontribusi LDII akan terus berlanjut, meskipun berada di era pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya meminta kepada Saudara-Saudara Peserta Muswil VI LDII Sulawesi Tenggara untuk benar-benar menghadirkan integritasnya secara utuh nantinya dalam memilih jajaran pimpinan, menyusun program kerja wilayah dan rekomendasi wilayah, karena sudah menjadi kenyataan dalam organisasi, bahwa perubahan dalam organisasi termasuk menjadikan LDII lebih agile, lebih cepat, lebih trengginas, hanya dapat terdorong secara efektif apabila dorongan itu bersumber dari atas, dari pimpinan LDII berintegritas.

Di penghujung sambutan ini, sekali lagi saya berdoa semoga Alloh Subhanahu Wataa’la tetap mencurahkan rahmat, ilham-ilham yang baik, dan kesehatan kepada Saudara-Saudara dalam mengikuti Muswil VI LDII provinsi Sulawesi Tenggara ini. Amiin yang Robbal Alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.