Kolaborasi Anjangsana Pemuda LDII Bulukumba-Gowa: Allah Sudah Takar, Jodoh Tidak Tertukar

Bulukumba (9/3). DPD LDII Kabupaten Bulukumba bekerja sama dengan DPD LDII Kabupaten Gowa menghelat temu pemuda dengan tajuk “KEKASIH” yang merupakan singkatan dari Ketemu Kamu Karena Kasih Ilahi. Kegiatan yang digelar pada Kamis (3/3) dilaksanakan secara indoor dan outdoor di Pantai Parangluhu, Bira, dan Masjid Babul Barokah, Kalumeme Kabupaten Bulukumba, dengan total peserta sebanyak 100 orang pemuda LDII usia mandiri.

Ridwan Abadi, salah satu Dewan Pembina Remaja LDII yang hadir pada acara itu berharap melalui acara tersebut kekhawatiran atau perilaku yang dapat menyulitkan pernikahan supaya bisa diminimalisir sehingga dapat mempermudah proses menjadi halal (pernikahan). “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa melancarkan pernikahan, para remaja bisa terhindar dari pelanggaran seperti pacaran yang tentunya tidak ada tuntunannya di dalam agama serta remaja diharapkan bisa mengedepankan proses islami dalam memilih pasangan,” katanya. 

Allah sangat menyayangi hambanya dengan memberikan petunjuk menjalani kehidupan lewat agama mencari ladang pahala. Salah satu yang menjadi ladang pahala adalah dengan menikah. Menikah merupakan suatu target keinginan seseorang namun jangan sampai keinginan menikah ini semata hanya untuk perlombaan status. Jangan sampai setelah menikah kemudian mulai menemui banyak cobaan rumah tangga kemudian melepasnya dengan begitu cepat. Karena itu edukasi mengenai dunia pernikahan sangat dibutuhkan untuk memperoleh pendewasaan diri menghadapi masalah rumah tangga. Menemukan pasangan atau jodoh tentunya sudah diatur oleh Allah SWT, namun prakteknya dibutuhkan usaha dan pembekalan baik materi maupun mental di dalamnya.

Ustad Muh. Asrul Sani selaku pengisi acara menerangkan bahwa generasi muda perlu memahami tujuan menikah yang diantaranya adalah untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW, mendapatkan pasangan yang memudahkan masuk surga, menjaga diri agar terhindar dari pelanggaran berat (zina), mempunyai anak yang saleh/saleha agar menjadi amal jariyah nantinya.

Asrul mengungkapkan interpretasi tujuan mulia menikah contoh sederhananya menghindari bentuk kemaksiatan menjelang pernikahan dengan pacaran. “Maka pentingnya kita mengubah mindset, bukan pacaran dulu baru nikah, tetapi nikah dulu baru pacaran,” kata Asrul.

Ia melanjutkan, “Pernikahan merupakan bentuk ibadah yang bisa mendatangkan pahala. Sedangkan kemaksiatan merupakan perbuatan yang menghasilkan pundi-pundi dosa. Pernikahan yang diawali dengan kemaksiatan akan mengikis kebarokahan dari pernikahan itu sendiri.”

Acara dimulai dengan kegiatan outdoor berupa games keakraban yang bertujuan membuat suasana lebih kondusif menjadikan peserta bisa saling mengenal sehingga meningkatkan keakraban para peserta. (MUNAUFALIR)

Oleh: Naufal – Sulsel 10.1b / S29BAR (contributor) / Noni Mudjiani (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.