Pasiter Kodim 1408-BS Makassar Berikan Ceramah Kebangsaan bagi Warga LDII

Makassar (31/7). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan yang terletak diantara dua benua dan dua samudera. Hal tersebut membuat posisi Indonesia sangat strategis dan mempunyai potensi kerawanan yang cukup tinggi, terhadap pengaruh negatif, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kerawanan-kerawanan tersebut secara umum belum dapat diatasi dan diantisipasi secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikasi seperti masih leluasanya budaya luar masuk ke indonesia, narkoba, berkembang wacana sebagai negara sarang teroris, separatisme, konflik sara, demo anarkis, tidak menghargai hak orang lain, memaksakan kehendak, mendahulukan kepentingan pribadi/kelompok/golongan.

Mencermati kondisi tersebut maka perlu langkah konkrit untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sejalan dengan itu, Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Tamalate, menggelar “Pengajian Kebangsaan,” di Masjid Nurul Huda, Jl. Mannuruki 9, Tamalate, Makassar, pada Senin (25/7/2022). 

Pengajian yang bertema “Mewujudkan Islam yang Moderat dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai NKRI” tersebut, dihadiri oleh Dandim 1408-BS Makassar yang diwakili Pasiter Dandim Mayor Inf. Dewa Putu Gede, Sekretaris Camat Tamalate Emil Yudianto, Kapolsek Tamalate Kompol Irwan Tahir, Anggota DPRD Makassar Arifin Kulle, KUA Tamalate, MUI Tamalate, serta Tokoh Masyarakat dan warga sekitar.

Acara dimulai dengan pengkajian dalil–dalil Alquran dan Alhadits tentang persaudaraan dan kerukunan di dalam beragama yang dipaparkan oleh Ust. Yusran Hidayat. Dalam pemaparannya Yusran menerangkan bahwa bangsa Indonesia memiliki tantangan berat dalam menjaga keutuhan wilayahnya.

Bukan saja terbatas pada persoalan pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagamaan, budaya, sosial, ras, di dalam kemasyarakatan. “Sikap moderat bukan berarti orang tersebut tidak kaffah dalam beragama, perilaku toleran adalah perilaku orang-orang solih yang terdahulu. Justru karena ketakwaannya bisa memelihara kerukunan dalam bangsa yang majemuk,” paparnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Tamalate. Ia menyampaikan bahwa selain memperdalam wawasan kebangsaan warga LDII, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat silaturahim dengan pemerintah, TNI, Polri serta instrument lain yang ada di Kecamatan Tamalate dengan harapan dapat bersinergi dan memperkuat kerukunan di dalam menjaga kebhinnekaan negara, khususnya di Kota Makassar.

Sutrisno menambahkan bahwa LDII mempunyai delapan bidang pengabdian yang dapat disinergikan dengan pemerintah dan instrument lain agar Indonesia mampu memanfaatkan dan mengelola sumber daya sehingga menjadi bangsa yang maju. 

Turut memberikan sambutan Sekretaris Camat Emil Yudianto, mewakili Camat Tamalate yang berhalangan hadir. Ia mengungkapkan, “Seyogyanya bapak camat ikut hadir bersama, berhubung ada kegiatan yang bersamaan sehingga beliau mewakilkannya kepada kami.”

Ia juga sangat mengapresiasi program dan kontribusi LDII di dalam membantu pemerintah, utamanya delapan bidang pengabdian yang diprogramkan sangat relevan dan bisa dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kota Makassar, seperti program Lorong Wisata yang nantinya akan coba dibahas dan dikaji lebih lanjut di dalam kerja samanya.

Pada kesempatan yang sama, mewakili Dandim 1408-BS Makassar, Pasiter Kodim 1408-BS Makassar Mayor Inf Dewa Putu Gede memberi gambaran tetang kondisi umum bangsa saat ini dan upaya-upaya yg perlu ditempuh guna membangkitkan semangat nasionalisme, sehingga mampu mengajak/menularkannya kepada seluruh elemen bangsa demi menjaga keutuhan serta mewujudkan cita-cita bangsa.

Dewa menyampaikan bahwa bangsa Indonesia mampu mewujudkan kemerdekaan, berdaulat, utuh serta eksis sampai sekarang ini karena ditopang oleh empat pilar pemersatu bangsa dan merupakan kunci bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi saat ini sehingga mampu berdiri tegak, kokoh dan mempunyai jati diri yang kuat.

“Kami sangat mengapresiasi peran dan program yang dicanangkan oleh LDII, dan kami berharap empat pilar kebangsaan ini bisa ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak kita bisa lebih memahami, mampu mengintegrasikan nilai – nilai kemanusiaan sehingga menjadi negara yang kuat dan terhormat, mengetahui serta paham akan pentingnya cinta tanah air, membendung kerusakan moral dan memberi pendidikan yang berkarakter bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya. 

Oleh: Naufal (contributor) / Fredi (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.